: It takes place during the Indonesian National Revolution, specifically after Dutch forces occupied Yogyakarta, the temporary capital of the Republic of Indonesia, in late 1948.

: Indonesian forces, forced into guerrilla warfare outside the city, launch a coordinated daytime attack to prove to the international community—and the UN—that the Republic still existed.

Hujan turun seperti kutukan. Di atap seng Pasar Lama yang bolong-bolong, air menetes membasahi laras-laras senapan yang dingin. Letnan Jaya menyembunyikan napasnya di balik bal karung goni bekas beras. Dari celah peti kayu, ia bisa melihat tiga truk tentara musuh berhenti tepat di pintu barat pasar. Lampu sorot mereka menyapu tembok-tembok yang masih berlumuran selebaran proklamasi kemerdekaan. “Mereka datang lebih cepat dari perkiraan,” bisik Sersan Karto di sampingnya, jari telunjuknya sudah di pelatuk. Jaya menggeleng pelan. “Kita tunggu sampai mereka masuk ke dalam. Biarkan pasar ini mengubur mimpi mereka selamanya.”

Announcement

We are delighted to spread spirituality in our society by providing devotional mobile and desktop wallpapers. Download these high-resolution wallpapers for free.